Y2meta.app - Mili - In Hell We Live, Lament [ORCHESTRA Cover] _ Limbus Company (128 kbps).mp3
Bunkyu 3, Periode Edo. Tahun 1863.
Lahir di keluarga Yokunai sebagai anak terakhir dari dua bersaudara. Semula tinggal di kota Honjō**,** lima tahun ****kemudian—tepat ketika Restorasi Meiji mulai berjalan—pindah ke Asakusa karena pekerjaan sang Ayah sebagai notaris.
Sebagai seorang putra notaris yang diakui pemerintah, Shihou mendapat hak istimewa; beasiswa sekolah modern berkelanjutan.
Ia menghabiskan masa mudanya dengan belajar sepanjang hari, melewati setidaknya delapan tahun pendidikan dasar dan tiga tahun pendidikan menengah. Meski demikian, Shihou kecil tidak merasa masa bermainnya direnggut; dengan kepribadiannya yang lugu nan berisik, ia berhasil mengimbangi kegiatan sekolah dan sosialnya.
Meiji 18. Tahun 1884.
Mengikuti jejak sang Ayah, Shihou yang kala itu berusia 21 tahun, mulai kuliah di Universitas Yumei dengan mengambil jurusan Hukum. Di antara waktu senggang, demi membantu menutupi pengeluaran, ia juga bekerja sebagai tutor pribadi untuk siswa sekolah dasar.
Musim semi pertama, perdana kalinya ia bertemu dengan Seishirou Jigoku (25 tahun), senior satu jurusan yang setingkat di atasnya**.** Kala itu ****mereka dipasangkan secara acak untuk tugas debat; kemudian berakhir dengan tangisan sang termuda pecah karena sempat terhenti cukup lama di tengah argumen—mengalami kebuntuan, karena ini adalah pertama kalinya ia melakukan debat.
Merasa tidak enak hati, khawatir jika cara Jigoku berbicara (dan bentuk rupanya—ia ingat, terkadang anak-anak mengejeknya dengan sebutan ‘oni’) terlalu mengintimidasi Shihou, ia pun tergerak menghibur Shihou dengan mentraktir sejumlah makanan setelah kelas debat selesai.
Menyadari inisiatif Jigoku, Shihou hanya bisa menelan rasa malu dan menerima ajakan makan siang bersama. Sejak saat itu, komunikasi mereka terus terjalin hingga akhirnya menjadi sepasang sahabat yang tak pernah lepas.
Sayangnya, mereka terpaksa berpisah untuk sementara setelah pengumuman program pertukaran internasional pada tahun 1886, dengan diumumkannya Jigoku sebagai salah satu mahasiswa yang lolos ke Inggris. Pertemuan terakhir mereka ditandai dengan tos tangan di dermaga pelabuhan, mengikat janji mereka untuk bertemu kembali setelah sama-sama lulus dan mendapat pekerjaan tetap.
Meiji 21. Tahun 1888.
Setelah lulus dari Universitas Yumei dan berhasil mendapat lisensi advokat, Shihou bergabung dengan Firma Ranmaru, sebuah firma hukum kecil yang kala itu berisikan lima orang. Di dalam firma ini, Shihou adalah satu-satunya yang menguasai perdata ekonomi—menjadikan dirinya sebagai pengacara korporat, menyesuaikan peminatan yang telah ia pilih semasa kuliah.

Firma Ranmaru menggunakan bunga anggrek sebagai representasi perusahaan. Anggota firma ranmaru terdiri atas:
Meiji 22. Tahun 1889.
Di tahun kedua karir pengacaranya, untuk pertama kalinya Shihou menangani kasus pidana—yang terpaksa dilempar karena kecelakaan yang menimpa Tagawa. Untuk pertama kalinya, Shihou memasuki ruang pengadilan yang terkenal panas tiada ampun. Untuk pertama kalinya, ia resmi menghadapi jaksa demi menyingkap kebenaran yang sesungguhnya.
Dan tanpa ia sadari, penyerahan kasus pidana ini menjadi titik awal terbukanya gerbang neraka yang kelak akan menyeretnya jatuh ke dalam sana.